Riau

Warga Kuala Sebatu Tagih Janji PT SAGM, 1.200 Hektare Kebun Terancam Gagal Panen

Kondisi kebun warga Desa Sebatu, Kabupaten Inhil saat tergenang banjir

INDRAGIRI HILIR - Warga Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Indragiri Hilir (Inhil), kembali dibuat resah akibat banjir yang merendam lahan pertanian mereka. Warga menuding luapan air dari kanal PT Setia Agrindo Mandiri (SAGM) sebagai penyebab utama banjir yang mengancam 1.200 hektare kebun.

Padahal, pada 2022 lalu, PT SAGM telah berjanji untuk membantu mengatasi banjir dengan membangun kanal gajah. Namun hingga kini, kondisi banjir masih terus terjadi, mempersulit petani untuk bercocok tanam.

Kepala Desa Kuala Sebatu, Ns. Budi Wibowo, mengatakan pihaknya sudah menggelar musyawarah bersama warga untuk mencari solusi. Dalam pertemuan itu, masyarakat meminta PT SAGM memberikan bantuan bibit sebagai bentuk kompensasi atas kerugian yang dialami petani.

Loading...

"Selain curah hujan tinggi dan sungai yang semakin dangkal, aliran air dari kanal PT SAGM menjadi penyebab utama banjir. Akibatnya, hasil pertanian masyarakat tidak bisa dijual ke pasar karena jalanan terendam air," kata Budi, Jumat (14/3/2025).

Selain meminta pertanggungjawaban perusahaan, warga juga mendesak DPRD Inhil untuk menindaklanjuti komitmen PT SAGM dalam menangani banjir. Mereka juga berencana menggelar gotong royong massal untuk membersihkan parit dan batas wilayah guna mencegah banjir semakin meluas.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan desa-desa tetangga dan pemerintah daerah agar persoalan ini bisa segera terselesaikan," tambahnya.

Warga berharap hasil musyawarah ini bisa segera ditindaklanjuti agar mereka tidak terus mengalami kerugian akibat banjir yang berulang.


Loading...







Tulis Komentar

Loading...
Video